Kamis, 11 Juli 2013
Bahaya Kemunafikan | Munafik
Bahaya Kemunafikan
Dalam surat al-Baqarah dikisahkan tentang tiga golongan manusia. Pertama, suatu golongan yang menerima ajaran Allah secara kaffah yang disebut sebagai orang-orang yang bertakwa.
Kedua, golongan yang menolak ajaran Allah secara mutlak yang dikenal sebagai orang-orang kafir. Golongan ini tidak saja menolak tapi juga memusuhi Islam, baik dengan perkataan maupun perbuatan.
Ketiga ialah golongan yang memiliki dua kepribadian, yakni berkepribadian Islam jika berada di tengah-tengah kaum muslimin, dan berkepribadian ingkar ketika sedang di antara orang-orang yang memusuhi Islam. Kelompok ini dinyatakan sebagai golongan orang-orang munafik.
Meskipun ketiga jenis golongan tersebut selalu ada dalam setiap perkembangan sejarah kehidupan manusia, namun Al-Qur'an lebih banyak menceritakan golongan orang-orang munafik karena keberadaan mereka di dunia dianggap sangat berbahaya.
Ciri-ciri orang munafik tentu sangat bertentangan dengan sifat-sifat orang yang bertakwa. Fudhail bin 'Iyadh mengumpamakan orang yang bertakwa seperti orang yang menanam pohon kurma dan merasa takut akan tumbuh duri. Namun sebaliknya, orang munafik bagaikan orang yang menanam duri tapi mengharapkan tumbuh kurma. Orang yang bertakwa selalu beramal sembari merenungi dirinya dan merasa cemas jika amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Sedangkan orang munafik, sedikit beramal tetapi membanggakan amalnya yang sedikit itu.
Sebagaimana dituturkan oleh Rasulullah SAW, bahwa orang munafik mempunyai tiga ciri-ciri, yakni kalau berbicara berbohong, bila berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. Apabila tiga ciri-ciri ini terdapat pada diri seseorang, maka dia itulah orang munafik. Sesungguhnya, tidak ada penyakit yang lebih berbahaya dari pada kemunafikan. Sebab kemunafikan adalah ibarat debu yang sangat lembut. Terbangnya tidak terlihat, namun tiba-tiba tampak menebal di atas benda yang ia hinggapi. Kemunafikan akan menutupi hati manusia, membuat titik-titik noda di dalamnya, sehingga ruang hati menjadi gelap. Pada gilirannya, hati menjadi sarang berbagai penyakit seperti sikap sombing, riya', ujub, dengki yang menyebabkan anugerah Allah menjadi sulit untuk diraih.
Kemunafikan merupakan puncak perbuatan dosa. Karenanya, membersihkan diri dari sifat kemunafikan menjadi suatu keniscayaan. Sebab ia dapat merusak, menjatuhkan dan menghancurkan agama. Seorang sufi mengatakan: seandainya dosa orang-orang munafik bisa tumbuh seperti tanaman di muka bumi, maka tidak ada tempat bagi seorang mukmin untuk berjalan oleh karena banyaknya dosa mereka. Maka itu, tidak ada tempat yang layak bagi orang-orang munafik kecuali neraka yang paling dasar. Na'udzubillah min dzalik!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2013
(138)
-
▼
Juli
(40)
- Gadis Kecil Pecinta Kupu-kupu
- Cara Membuat Proteksi Di WinRar
- Cara mempercepat Firefox
- Kekuatan Cinta
- Mencintai yang Lemah
- Adab Tilawah (Membaca) Al-Quran
- Kembali kepada Ketakwaan
- Muslihat Setan
- Ramadhan Berakhir Fitri
- Surat Cinta Terindah
- 16 | Kekeliruan Umum Selama Ramadhan
- Keutamaan Ramadhan
- Menikah Itu Ibadah
- Hakikat Takdir Manusia
- Antara Cinta dan Pengorbanan
- Trik dan Skil Bermain PES diPS2
- Cheat Basara Heroes ps2 Lengkap ( Bahasa Indonesia )
- Sandal Jepit Isteriku
- Berlaku Benar dan Jujur
- Bahaya Kemunafikan | Munafik
- Cheat GTA San Andreas Lengkap (Bahasa Indonesia)
- Cheat Bully Lengkap ( Bahasa Indonesia) | Kode Cur...
- Cheat Downhill Lengkap ( bahasa Indonesia )
- 15 Petunjuk Menguatkan Iman | Petunjuk Menguatkan ...
- Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan Atau Pelajaran
- AS-SUNNAH DAN DEFINISINYA
- Jangan Sepelekan Dosa Kecil
- Cinta Dan Mencintai Allah
- Beberapa Catatan Tentang Ajaran Sufi
- BERSYUKUR | SYUKUR
- Do�a Untuk Orang Tua
- 6 Pokok Kekuatan Islam
- Aqidah Islam Jalan Lurus Mencapai Kebahagiaan
- Di Balik Nikmatnya Kopi
- Kenali Sinusitis Dan Gejalanya
- Istighfar
- Cara Meningkatkan Traffic Blog dan Website hanya d...
- Tips Cara Menguruskan Badan Dengan Benar dan Tepat
- Menjaga Lidah
- Jembatan Maaf
-
▼
Juli
(40)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar